Showing posts with label TUTORIAL MIKROTIK. Show all posts
Showing posts with label TUTORIAL MIKROTIK. Show all posts

Wednesday, May 26, 2010

Fitur Baru Senao Engenius EOC 2610



Setelah banyak menuai kontroversi dari posting sebelumnya maka sekarang kami haturkan, versi terbaru Senao Engenius EOC 2610, yakni dengan mengupgrade ke versi terbaru dari firmware EOC 2610, maka anda akan mendapati beberapa fitur terbaru dari Produk Wifi asal Taiwan ini, disamping itu juga mendapati adanya perbaikan yakni perbaikan pada sisi kestabilan perangkat, dimana pada firmware sebelumnya banyak ditemui complain dari para pemakainya, namun pada firmware baru 1.0.37 dan tidak lama kemudian disusul oleh versi 1.0.39 lebih "mendingan", gak bikin capek-capek amat, gak seperti sebelumnya.
Lebih menggembirakan lagi kita temui fasilitas-fasilitas baru yang belum dijumpai pada firmware sebelumnya 1.0.37, antara lain kita jumpai :
Di bagian Menu "System Properties", kita temui Mode : "WDS Bridge", dimana Senao EOC 2610
ini bisa berperan sebagai Repeater, meski dianjurkan hanya bisa berkomunikasi dengan perangkat sesama vendor. Tetap pada Menu ini, kita temui fitur istimewa yakni "Super Channel", dimana fitur ini biasa kita jumpai pada perangkat Mikrotik dan DD-WRT Lisence, dengan Super Channel maka EOC 2610 mendapat "Kelonggaran" channel yang lebih banyak, yakni ada tambahan 13 Channel lagi pada Frequency 2300 MHz, jadi bermanfaat bagi instlasi-instalasi di kota besar, dimana kondisi lingkungannya sudah padat oleh pemakaian Freq 2,4GHz, namun anda harus tetap waspada karena penggunaan frequency diluar Freq 2,4GHz harus tetap ada ijin lisensinya, kalau melanggar bisa-bisa anda harus menemani Saudara "Antasari Azhar" di Rumah Tahanan.
Pada menu berikutnya lagi-lagi Pabrik Engenius membuat kejutan, dengan menambah jumlah SSID yang bisa "dikeluarkan" oleh Engenius EOC 2610 ini yakni radio yang berpower max 600mw ini bisa mengeluarkan 4 (empat) SSID, dimana masing-masing SSID bisa memiliki SSID yang berbeda-beda sesuai kebutuhan kita.
Menu selanjutnya Wireless Advanced Settings, fasilitas barunya "Channel Bandwidth ", dimana kita bisa memperkecil lagi besaran spektrum frequency-nya mulai dari 5, 10, dan normal 20 MHz. fitur ini perlu juga bagi mereka yang ingin memperkecil dampak interferensi, namun kekurangannya adalah Troughtput kita akan mengalami penurunan. Fitur ini memang sebelumnya menjadi ciri khas dari Mikrotik dan Pabrikan Ubiquity. So meski begitu tetap kita acungkan jempol buat Engenius yang bisa memberikan alternatif bagi penggunanya.
Fitur lainnya ada di bagian "Management", ada tambahan menu "Diagnostics", yang berisi dua fitur baru yakni "Ping Test Parameters" dan "Traceroute Test Parameters", dimana cukup membantu kita dalam mengevaluasi kasil koneksi.
Jadi dengan fiur-fitur baru diatas agaknya EOC 2610 menjadi naik kelas, meski minus fitur-fitur baru tersebut, EOC 2610 juga memiliki kelebihan-kelebihan lain diantaranya, dia punya fasilitas
HTTP, SNMP and telnet management, dengan fitur Telnet ini anda bisa mengaksesnya melalui prompt Linux. Kemudian pada mode Akses Poin, anda bisa memonitor MAC Address client yang terhubung beserta kualitas RSSI-nya. Kelebihan lainnya adalah Pabrikan Engenius ini memiliki stock yang selalu terjaga, dan amat jarang kita jumpai kekosongan stock produk Engenius dalam kurun waktu lama, berbeda dengan merk Mikrotik, Ubiquity dan Finetic apabila kosong stock bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu, dengan pengalaman 30 tahun berproduksi, Engenius mampu menjaga safety stock-nya.

BILLING HOTSPOT MIKROTIK




Mikrotik dikenal sebagai system router dengan berbagai fasilitas istimewa, salah satunya adalah Billing Hotspot atau biasa dikenal dengan Captive Portal, disini kami akan bahas secara singkat setting Hotspot dengan dengan Mikrotik Router, dengan command line interface :
Misal IP Publik anda dari Modem Speedy adalah 192.168.1.1 dan IP lokal 192.168.2.0/24
=> ether1 ke Modem
=> ether2 ke Jaringan Lokal
#Setting IP
[netkom@Mikrotik]>ip address add address=192.168.1.0/24 interface=ether1
[netkom@Mikrotik]>ip address add address=192.168.2.0/24 interface=ether2
#Setting Gateway (menuju ISP)
[netkom@Mikrotik]>ip route add gateway=192.168.1.1
#setting DNS
[netkom@Mikrotik]>ip dns set primary-dns=202.131.1.10 allow-remote-requests=yes
[netkom@Mikrotik]>ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-requests=yes
#NAT (untuk forward lokal ke public)
[netkom@Mikrotik]>ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
# Setting DHCP
[netkom@Mikrotik]>ip dhcp-server network add address=192.168.2.0/24 gateway=192.168.2.1 dns-server=202.134.1.10,202.134.0.155
#Sebarkan DHCP
[netkom@Mikrotik]>ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.2.2-192.168.2.254
#Tambahkan DHCP server
[netkom@Mikrotik]>ip dhcp-server add name=netkomania disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
#Lalu mulai setting Hotspot
[netkom@Mikrotik] > ip hotspot setup
hotspot interface: ether2
local address of network: 192.168.2.1/24
masquerade network: yes
address pool of network: 192.168.2.2-192.168.1.254
select certificate: none
ip address of smtp server: 192.168.2.1 (misal)
dns servers: 202.134.1.10,202.134.155

Konfigurasi diatas juga bisa dijalankan dengan mudah melalui Winbox, dengan Winbox lebih mudah dan cepat, kemudian anda juga bisa membuat berbagai account user disertai dengan limitasinya jika memang diperlukan, Sedang untuk PC Routernya anda bisa menggunakan PC/Computer atau bisa juga hardware yang sengaja dibuat khusus untuk keperluan router, misal menggunakan routerboard, misal RB 450 dari produksi Mikrotik sendiri, selamat mencoba !

Reset Engenius Senao EOC-3220




Engenius Senao EOC-3220 dikenal sebagai akses poin yang memiliki power gede yakni 400mw dan cukup stabil, radio wireless inibahkan biasa dipakai oleh beberapa ISP-ISP di Indonesia saat ini. Namun yang sayangnya akses poin buatan Taiwan ini tidak memiliki tombol reset, jadi jika anda lupa paasword, dan IP Address dari Senao ini, dipastikan anda harus melakukan reset untuk memfungsikan kembali, di bagian bawah ini kami jelaskan cara reset Senao EOC-3220,
langkah pertam anda harus siapkan atau membeli di toko-toko komputer Kabel Null Modem Serial RS232 dengan konektor Female pada kedua sisinya (tidak semua kabel USB converter to serial bisa berhasil), setelah tersedia kabelnya, buka penutup port serial pada EOC-3220, setelah itu :

  1. Hubungkan kabel serial ke port com pada komputer/laptop

  2. Buka menu Hyper terminal untuk komputer windows 98, 2000, XP dengan cara klik Start --> Program ---> Accessories --> Communications -->HyperTerminal

  3. Berikan nama koneksi terserah anda, misalnya Reset Senao. Kemudian pilih koneksi COM1 (atau COM2 tergantung port di komputer).

4. Tentukan port COM sesuai dengan yang ada pada PC anda, COM 1 atau COM 2

5. Tentukan baud rate nya"38400" data bits "8", parity "none", stop bits "1", and flow control "None"

lalu tekan tombol OK

6. Matikan power listrik di POE selama 5 detik kemudian hidupkankan kembali.

7.Anda tunggu sebentar sampai muncul tanda # pada layar jendela terminal

8. Setelah muncul tanda # anda ketik flash reset lalu tombol enter

9. Langkah terakhir anda ketikkan reboot, tekan tombol enter, setelah Senao EOC-3220 reboot,

Insya Allah akan kembali ke setting defaultnya, namun bila gagal anda punya hak untuk menservice nya ke vendor anda, bila gagal ada kemungkinan perangkat software atau hardwarenya trouble, jika begitu bisa jadi akan dikalibrasi ulang oleh pihak Senao Engenius Taiwan, karena yang memiliki kewenangan kalibrasi adalah markas besarnya yang di Taiwan. Jadi jagalah agar username, password dan IP Addressnya selalu dalam ingatan anda, semoga membantu

Mengenal Nano Station2



Nano Station2 yang merupakan produk Ubiquiti saat ini merupakan produk wireless paling populer di Indonesia, selain form factornya yang cute, produk ini juga dikenal efisien dikarenakan sudah terintegrated dengan antena dual polarity 10 dBi, jadi gak perlu lagi beli antena tambahan, selain mudah pemasangannya, Nano Station2 ini juga punya power yang besar sekitar 26db atau 400mw, jadi lumayan daya jelajahnya bisa kiloan meter jauhnya tanpa antena tambahan. Yang unik berbeda dengan access point lainnya, produk dari Kanada ini memiliki lampu indikator signal strength , jadi memudahkan kita melihat kualitas sinyal tanpa perlu masuk ke web konfigurasinya, cukup melihat dari lampu indikator di bagian fisiknya saja.

Hanya sayangnya Nano Station2 tidak dilengkapi manual yang lengkap seperti merk akses poin lainnya, misal dalam bentuk CD manual atau buku petunjuk kecil lainnya, kami coba cari di situs resminya juga mengalami kesulitan mendapatkan manual lengkap tentang konfigurasinya.

Seperti biasanya untuk mengkonfigur radio ini, kita harus mengakses via browser dengan IP address default 192.168.1.20, user name dan password "ubnt". Default radio ini dalam mode client, namun produk Ubiquti ini memiliki empat mode, yakni; station, station WDS, access point dan access point WDS, tapi rumornya radio ini hanya bagus sebagai client saja, sebagai access point kelihatannya masih ada bug yang harus diperbaiki, kalau dipaksa sebagai AP sebaiknya anda mengupgrade firmwarenya ke firmware DDWRT yang sudah mengeluarkan rilis khusus untuk Nano Station, anda bisa mendownloadnya di http://dd-wrt.com/dd-wrtv3/dd-wrt/downloads.html.

Banyak konfigurasi yang unik dari radio yang berchipsetkan Atheros ini diantaranya kita bisa menset manual Country Code, Rate Power maximal ke 26dBm, Rate Mode, Rate Algorithm, Noise Immunity, uniknya lagi kita bisa men-set range daya jangkau jelajahnya berdasar Mile atau Kilometer. Pada mode station ada fitur menarik yakni MAC Clone, untuk mengkloning Nano Station yang kita miliki memiliki MAC Address yang berbeda, dimana memungkinkan penggunanya bisa berbuat "Nakal". Selain itu ada beberapa tool yang tersedia antara lain tool untuk test ping, traceroute, dan test speed, jadi dengan harga yang cukup terjangkau di kelasnya, kita bisa memiliki radio wireless yang powerfull sekaligus banyak feature menarik lainnya, meski ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki seperti dukungan manual yang kurang dan isu bug pada produk ini.

Meningkatkan Kinerja Akses Poin Edimax 7206APg



Edimax, dikenal sebagai accesss point ekonomis, namun diakui handal dan stabil, amat cocok untuk digunakan sebagai radio outdoor. Pada kesempatan kali ini, kita akan menguraikan peningkatan kinerja Edimax dengan cara mengupgrade firmware, dengan menggunakan firmware pihak ketiga, yakni firmware milik Ultra WAP, anda bisa menemukan link downloadnya di :


http://freenet-antennas.com/v-web/portal/73/modules.php?name=News&file=article&sid=27

untuk update firmware, cukup mudah, lakukan update firmware di menu "Upgrade", jangan lupa lakukan Reset, setelah proses update selesai atau berhasil.

Sayangnya setelah tampilan interface firmware yang baru ini kurang memikat, bahkan cenderung kosongan, namun ada 2 fitur baru pada bagian "Advanced Setting", antara lain:

1. Tx Power, pada menu anda bisa meningkatkan Tx power dari Edimax, namun jangan salah sangka semakin kecil nilainya pada kolom ini, maka semakin besar power yang dikeluarkan, paling kecil 25%, dan paling besar 100%, jadi pada nilai 25% peningkatan Tx power pada posisi maksimal dan akan meningkat drastis sekali, pada test kali ini saya membandingkannya dengan firmware asli dan firmware baru Ultra WAP, menggunakan tool Netstumbler, hasilnya

Ultra WAP Tx Power 25% = 50
Ultra WAP Tx Power 50% = 49
Ultra WAP Tx Power 75% = 43
Ultra WAP Tx Power 90% = 40
Ultra WAP Tx Power 100% = 37
Firmware Asli Edimax versi 1.26 = 43

Dibelakang tanda( = ) adalah ukuran kekuatan sinyal

Anda lihat sendiri diatas, peningkatan yang dihasilkan cukup drastis sekali, namun akibatnya, perangkat radio Edimax juga lebih panas, hati-hati jika anda menggunakannya pada level power tertinggi, tambahkan kipas atau fan tambahan jika menggunakannya secara terus-menerus.

2. Fitur yang kedua adalah fitur WMM, ini adalah fitur QoS (Quality of Service) yang berguna untuk meningkatkan kinerja transfer data Multimedia(Video) dan VOIP(suara).

Membuat Router Murah dan Mudah dengan Mikrotik


Dalam dunia wifi nama Mikrotik sangat tersohor baik sebagai Operating System (OS) router maupun penyedia peralatan wifi, meski untuk OS komplit yang mencakup Proxy, bandwidth management, firewall, hotspot, VPN dll kita harus mengeluarkan biaya untuk lisensinya, namun kalau kita gunakan hanya sebagai router saja, Sistem operasi dari Latvia ini bisa digunakan tanpa adanya batasan waktu, kita bisa mendownloadnya secara cuma-cuma di www.mikrotik.co.id, namun kalau semua fungsi diatas selain router kita hanya di diberi batasan satu hari saja untuk penggunaannya. Jadi dengan komputer yang cukup minim speknya misal Pentium I , hard disk 1-2 GB, memory 64 MB, tanpa mouse, keyboard ataupun monitor, kalau Mikrotik sudah jalan, kita hanya butuh mose, keyboard dan monitor sewaktu instalasi saja. jadi kita sudah bisa membuat router dengan dana minim, daripada kita membeli peralatan router yang bisa jutaan rupiah mahalnya. Mari kita mulai melakukan instalasi, sebelumnya kita sudah memiliki file imagenya Mikrotik yang didownload dari situsnya www.mikrotik.co.id, lalu kita burn ke cd blank.

INSTALASI

Sebelumnya pastikan komputer yang akan diinstall Mikrotik OS sudah ada 2 Lan Card, untuk spek hardware yang akan digunakan, anda bisa melihat rujukannya di http://mikrotik.com

– * booting dari CD ROM

Pilih paket-paket yang akan dipilih, untuk kebutuhan Router+Proxy+Bandwidth Management, sebaiknya anda pilih :

– System

– DHCP

– Advanced Tols

– Routing

– Routing Test

– Security

– Synchronous

– Web Proxy

– Web Proxy Test

Setelah memilih paket2 yang dibutuhkan tekan tombol “ i “ untuk mulai instalasi

Muncul tulisan “Do you want to keep...............” pilih n (no)

“Continue.....” , pilih y (yes)

Mulailah membuat partisi dan memformat hard disk, setelah instalasi paket2 yang tadi dipilih.

Setelah selesai, Mikrotik minta di reboot dengan menekan enter.

Setelah booting, muncul perintah untuk melakukan pengecekan hard disk, anda bisa pilih yes atau no, pilih no juga tidak mengapa jika anda yakin hard disk bebas dari bad sector.

Anda diminta untuk login, ketikkan admin pada : Mikrotik Login: admin

untuk mengisikan password tekan enter saja, karena password masih kosong pada instalasi baru,

– Dou you want to see...................., pilih no, untuk mempercepat proses

Muncul konsole Mikrotik, yaitu :

[admin@Mikrotik] >

Untuk merubah nama mesin Mikrotik ini, ketik :

[admin@Mikrotik] > system identity set name=mywifi

Lalu konsole berubah menjadi

[admin@mywifi] >

Merubah password mesin Mikrotik, ketikkan password =

[admin@mywifi] > password

old password (ketikkan kosong, jika sebelumnya anda belum mengeset password

new password : .........(ketikkan password yg baru?

retype new password :................ (masukkan sekali lagi passwordnya)

Untuk mematikan mematikan Mikrotik cukup kita ketikkan sbb

[admin@mywifi] > system shutdown

[admin@mywifi] > system reboot (untuk merestart nya)

[admin@mywifi] > system reset (untuk mereset konfigurasi yang sudah kita buat sebelumnya)

Perintah-perintah diatas harus dilakukan pada direktori admin.

Setelah itu anda perlu mengaktifkan kedua LAN Card yang terpasang, dengan contoh perintah di bawah ini :

[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether1

[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether2

Jika muncul tanda kesalahan, ada dua alasan:

pertama : Ada kemungkinan LAN Card yang terpasang, rusak

kedua : Driver dari LAN Card belum disupport oleh Mikrotik

Untuk Melihat kedua LAN Card yang terpasang(apakah sudah komplit dua), ketikkan .............

[admin@mywifi] > ip address

[admin@mywifi] ip address > interface print (atau perintah tersebut bisa disingkat menjadi" in pr " )

Lalu tampillah kedua LAN Card, perhatikan konsole diatas menandakan kita sudah berada pada direktori ip address

Berdasar tampilan monitor Mikrotik LAN Card pertama bernama "ether1" dimana ether1 ini nantinya terkoneksi ke IP Public/Internet sedang LAN Card kedua bernama "ether2" ini terkoneksi ke IP Local/LAN Lokal, kemudian kita memberi ip address pada masing-masing LAN Card, dengan perintah/command sebagai berikut :

[admin@mywifi] > ip address

[admin@mywifi] ip address > add interface=ether1 address=172.16.0.254/24

[admin@mywifi] ip address > add interface=ether2 address=192.168.1.254/24


Untuk mengetahui hasilnya ketikkan:


[admin@mywifi] ip address > print

Lihat hasilnya pada gambar diatas. untuk naik ke direktori yang lebih tinggi ketikkan titik dua " .. " , atau " / " ke direktori admin, yang merupakan direktori tertinggi.

Lalu kita mengisi ip address gateway dari LAN Card yang pertama, yakni dimana kita mendapat akses internet

[admin@mywifi] > ip route add gateway=192.168.1.1

Selanjutnya kita mengisi ip address DNS, isikan sesuai rekomendasi dari ISP anda,

[admin@mywifi] > ip dns set primary-dns=202.134.1.7

admin@mywifi] > ip dns set secondary-dns=202.134.0.155

Agar semua komputer client dalam LAN bisa lebih cepat browsing internet dengan cukup mengambil cache DNS pada router Mikrotik, jadi komputer client tidak berlu jauh-jauh meresolve DNS pada Server DNS ISP, maka Router Mikrotik perlu diset agar bisa melakukan penyimpanan cache DNS

[admin@mywifi] > ip dns set allow-remote-request=yes

Tapi semua komputer client, pada setting IP Address nya diisi kolom DNS primary, dengan IP Address nya Router Mikrotik, untuk secondary DNS nya biarkan saja kosong. Perhatikan pula gambar diatas apabila kita salah dalam mengetikkan perintah, maka akan muncul peringatan

"no such argument".

Selanjutnya kita mengeset agar mesin Mikrotik kita bisa menjadi router

[admin@mywifi] > ip firewall nat

[admin@mywifi] ip firewall nat> add chain=srcnat arc-address=192.168.1.0/24 out-interface=ether1 action=masquerade

Kita lihat hasilnya

[admin@mywifi] ip firewall nat> print

Lihat hasilnya pada monitor anda. untuk naik ke direktori yang lebih tinggi ketikkan titik dua " .. " , atau " / " ke direktori admin, yang merupakan direktori tertinggi.

Lalu kita mengisi ip address gateway dari LAN Card yang pertama, yakni dimana kita mendapat akses internet

[admin@mywifi] > ip route add gateway=192.168.1.1

Selanjutnya kita mengisi ip address DNS, isikan sesuai rekomendasi dari ISP anda,

[admin@mywifi] > ip dns set primary-dns=202.134.1.7

admin@mywifi] > ip dns set secondary-dns=202.134.0.155

Agar semua komputer client dalam LAN bisa lebih cepat browsing internet dengan cukup mengambil cache DNS pada router Mikrotik, jadi komputer client tidak berlu jauh-jauh meresolve DNS pada Server DNS ISP, maka Router Mikrotik perlu diset agar bisa melakukan penyimpanan cache DNS

[admin@mywifi] > ip dns set allow-remote-request=yes

Tapi semua komputer client, pada setting IP Address nya diisi kolom DNS primary, dengan IP Address nya Router Mikrotik, untuk secondary DNS nya biarkan saja kosong. Perhatikan pula gambar diatas apabila kita salah dalam mengetikkan perintah, maka akan muncul peringatan

"no such argument".

Selanjutnya kita mengeset agar mesin Mikrotik kita bisa menjadi router

[admin@mywifi] > ip firewall nat

[admin@mywifi] ip firewall nat> add chain=srcnat arc-address=192.168.1.0/24 out-interface=ether1 action=masquerade

Kita lihat hasilnya

[admin@mywifi] ip firewall nat> print

Nah pada tahap awal ini kita sudah bisa membuat Router Mikrotik, guna mengetahui hasilnya kita melakukan test ping( untuk perintah "ping" ini harus dilakukan pada direktori tertinggi yakni di direktori "admin") ke komputer client dari router Mikrotik kita, ketika muncul dalam proses ping tersebut ada kata-kata "ping time out" atau "host unreachable" maka kita tidak berhasil untuk koneksi, coba teliti kembali pada setting Mikrotik atau teliti pula konfigurasi ip address pada komputer client, kemudian coba pula ping ke alamat internet dari komputer client atau browsing dari komputer client, jika berhasil maka berhasil pula tugas kita membuat Router Mikrotik.
 

#######