Showing posts with label TUTORIAL WIFI. Show all posts
Showing posts with label TUTORIAL WIFI. Show all posts

Wednesday, May 26, 2010

Motorola Canopy Backhaul




Motorola Canopy adalah merk bergengsi produk termuka yang diakui kehandalan dan kestabilannya, berikut kami sertakan cara setting/konfigurasi Motorola Canopy Backhaul Freq 5,7GHz-10Mbps :

IP Address Default = 169.254.1.1, Subnet Mask = 255.255.0.0

Di Bagian Configuration --> Timing Mode, pilih = Timing Master (adalah Mode sebagai AP kalau di WLAN)

Timing Slave (adalah mode sebagai Client di WLAN)


Schedulling harus sama Master dan Slave, pilih Hardware(sebaiknya pilih Hardware, kinerja lebih baik) atau Sofware, pada Canopy Backhaul yg baru di "Master" Schedule Whitening = Enable


RF Frequency Carrier = harus sama antara Master dan Slave, kalau di WLAN/WIFI RF Frequency Carrier disebut dengan Channel.


Color Code Master dan Slave harus sama, misal 70 (Color code kalau di WIFI ibaratnya disebut dengan SSID)


Site Survey pada Timing Slave di bagian "AP Eval Data", minimal harus capai dibawah -75

Pada Motorola Canopy yg Baru, bagian Site Survey, ada di bagian sebelah kanan --> Tools --> BHM Evaluation

Bagian Status = Registered, artinya sudah Connected

Power Gain bisa capai max 23 dB

Anda bisa membeli Produk ini di www.netkom-wifi.com, Semoga bermanfaat.


Tes Antena Omni



Selagi ada kesempatan kami coba melakukan Tes Antena Omni, ada tiga buah antena omni yang ingin kami tes, Omni Lokal 13dBi, Omni OEM Import 15dBi, dan Omni Hyperlink USA 15dBi, kami pasang masing-masing antena omni tersebut dengan radio Bullet2 Ubiquity, kemudian pada jarak LoS 605 meter (Hasil pengukuran GPS), kami lakukan site survey dengan menggunakan Radio Nano Station2, hasil signal strength masing-masing adalah sebagai berikut :
- Omni Lokal 13dBi -> -73 s/d -74
- Omni OEM Import 15dBi -> -75 s/d -77
- Omni Hyperlink USA 15dBi -> -72 s/d -75

Sedang Noise Level berkisar antara -95 s/d -96
Kesimpulan sementara adalah Antena Omni Lokal 13dBi memiliki kualitas Signal Strength yang tidak kalah dengan antena Omni Import, bahkan bersaing ketat.
So ini alternatif murah namun berkualitas.

Instalasi Wajan Bolic


Berikut Video Cara Instalasi Pemasangan Wajan Bolic dengan menggunakan USB Wireless Adapter Tplink WN-321 yang ditaruh di dalam corong pipa.


Lokasi Hotspot Kampung Speedy Di Surabaya



Bekerja sama dengan www.indo-wifi.com dan TELKOM Divre V, kami melakukan instalasi dua puluhan titik Hotspot yang bertemakan "Kampung Speedy" di beberapa tempat di Surabaya, antara lain :
- Kantor Kelurahan Karah, Jl. Bibis Karah
- Kantor Kelurahan Jambangan, Jl. Jambangan Sawah
- Kantor Kelurahan Kebonsari, Jl Kebonsari Manunggal
- Balai Kelurahan RW V Bogangin Kelurahan Kedurus
- Kantor Kelurahan Karang Pilang
- Kantor Kelurahan Waru Gunung
- Kantor Kelurahan Simokerto, Jl. Ngaglik 87
- Kantor Kelurahan Sidodadi, Jl. Sidodadi IX/6
- Kantor Kelurahan Kapasan, Jl. Kapasan Dalam III/4
- Kantor Kelurahan Tambak Rejo
- Kantor Kecamatan Gayungan, Samping Masjid Agung Al-Akbar
- Kantor Kelurahan Gayungan
- Kantor Kelurahan Klakah Rejo
- Kantor Kelurahan Sememi
- Balai RW 6 Kelurahan Kandangan (Perum Wisma Tengger)
- Kantor Kelurahan Banyu Urip, Banyu Urip Kidul
- Kantor Kelurahan Sawahan
- Kantor Kelurahan Pakis
- Kantor Kecamatan Wonokromo
-Jl. Sambiroto Gg III (Balai RT 02 RW 7)

Sedangkan tempat-tempat lain akan segera menyusul beroperasi, Lokasi-lokasi Hotspot yang tersebut diatas sudah bisa beroperasi normal, anda dan masyarakat umum lainnya bisa menikmati akses internet, ada beberapa situs web yang bisa diakses gratis dan bebas, antara lain : www.google.co.id,www.telkomspeedy.com,www.plasa.com,www.detik.com,www.jawapos.com,
www.republika.co.id,www.ilmukomputer.com,www.eramuslim.com,www.my-wifi.blogspot.com,
www.indo-wifi.com,www.netkom-wifi.com. serta beberapa situs lainnya, sedangkan situs-situs
luar seperti facebook, youtube, friendster dan lain-lain bisa diakses cuma untuk mengaksesnya
anda harus membeli voucher Speedy Prabayar di kantor Telkom Plasa terdekat. Oh ya SSID dari Hotspot Telkom ini adalah "Telkom Hotspot" dan set IP Address pada interface wireless device anda pada posisi "Automatically". So silahkan menikmati...........

Memperluas Area Coverage Jaringan Wireless dengan Repeater/WDS



Seringkali kita dituntut memperluas area coverage jaringan wireless yang sudah ada bagi semua pengguna, karena acapkali ada beberapa area yang belum terjamah dengan layanan nirkabel yang memang dibutuhkan, ada beberapa teknik, antara lain meningkatkan Tx power dari radio wireless yang sudah ada, dan yang kedua membuat repeater/WDS. Fungsi dari repeater ini adalah memperkuat sinyal yang sudah ada dalam rangka memperluas area jangkauannya. Kelebihan dari repeater ini adalah dia tidak memerlukan kabel lagi yang terhubung antara repeater dengan perangkat radio/akses poin sumbernya. Sebuah repeater menerima sinyal dari sebuah akses poin sumber lalu mentransmisikannya kembali tanpa merubah isi konten yang sudah ada, jadi biasanya repeater ini diletakkan di pertengahan antara akses poin dan user yang paling terjauh, so repeater ini berguna untuk mengatasi problema pelemahan sinyal (atenuasi).
Ada beberapa tip untuk mengimplementasikan repeater :
- Telitilah membeli perangkat radio wifi, pastikan dia sudah support dengan fitur repeater atau biasa disebut dengan WDS (Wireless Distribution System). Tidak semua radio wireless bisa digunakan sebagai repeater. Fasilitas WDS biasanya direkomendasikan penggunaannya ke sesama vendor/merk atau kesamaan firmware. Ada lagi fitur yang biasa disebut dengan "Universal Repeater", ini fitur istimewa, fasilitas ini bisa berkomunikasi dengan akses poin sumber meski berbeda vendor/merk. Fasilitas ini tidak banyak radio yang memiliki, sepengetahuan kita yang punya hanya Senao Engenius ECB 3220, Edimax 7206, Zinwell ZW2194, Tplink WA501, dan Minitar MWGAR.
-Posisikan repeater harus bisa menerima sinyal yang kuat dari akses poin sumber, semakin kuat sinyal yang diterima semakin bagus pula yang bisa ditransmisikannya kembali
-Konfigurasikan antara akses poin sumber dengan repeater memiliki kesamaan SSID dan Channel yang dipergunakan.
-Sebaiknya samakan type subnet IP Address antara akses poin sumber dengan repeater, juga sebaiknya gunakan IP Address statis.
-Untuk fitur WDS, masukkan MAC Address masing-masing akses poin sumber dengan repeater.
-Update firmware masing-masing radio wireless guna menghindari bug yang timbul nantinya.

Namun yang perlu dipertimbangkan ada sisi negatif penggunaan repeater yakni akan mengurangi kapasitas throughput dari jaringan wireless kita sekitar 50% nya, karena repeater harus menerima dan mentransmisikan kembali paket data dalam satu channel yang sama, akibatnya akan memperbesar kapasitas frame yang melintasi suatu jaringan nirkabel, apalagi jika kita menggunakan repeater dalam jumlah yang banyak, semakin banyak repeater semakin besar penurunannya, karena masing-masing repeater akan menduplikasikan frame yang terkirim.

Membuat Jaringan Wireless Ad-Hoc Tanpa Router di Windows XP




Jaringan wireless atau nirkabel sangat berguna karena memungkinkan Anda menggunakan komputer Anda dan melakukan koneksi ke internet di mana saja di rumah atau kantor anda. Namun, sebagian besar jaringan nirkabel menggunakan router nirkabel, yang harus dibeli secara terpisah. Jika Anda memiliki lebih dari satu komputer, Anda dapat mengatur jaringan nirkabel tanpa perlu membeli wireless router dan menghemat uang anda sendiri.

Jaringan nirkabel konvensional, yakni router nirkabel misal Linksys WRT54GL DDWRT atau Edimax BR6204Wg berfungsi sebagai base stationt, seperti di banyak base station untuk cordless phones. Semua komunikasi nirkabel melalui router nirkabel, yang memungkinkan komputer terdekat untuk menyambung ke Internet atau ke satu sama lain.

Jaringan nirkabel ad hoc bekerja seperti walkie-talkie, karena komputer berkomunikasi langsung satu sama lainnya. Dengan mengaktifkan Internet Connection Sharing pada salah satu komputer, Anda dapat berbagi akses internet


Jaringan ad hoc adalah alternatif pintar untuk menggunakan router nirkabel, tetapi memiliki beberapa kelemahan:

* Jika komputer yang terhubung ke internet mati atau shut down, semua komputer yang merupakan bagian dari jaringan ad hoc kehilangan akses internet.
* Untuk menghubungkan ke Internet, satu komputer selalu memerlukan sambungan jaringan kabel.

Untuk menghubungkan komputer ke Internet menggunakan jaringan nirkabel ad hoc, ikuti langkah-langkah berikut (dijelaskan secara lebih rinci nanti dalam artikel ini):

1. Aktifkan Internet Connection Sharing pada komputer yang terhubung internet. Anda dapat melewatkan langkah ini jika anda tidak perlu mengakses Web.
2. Mengatur jaringan nirkabel ad hoc pada komputer yang terhubung internet.
3. Tambahkan komputer Anda yang lain ke jaringan nirkabel.

Cara mengaktifkan Internet Connection Sharing

Pada jaringan nirkabel dengan router, router memiliki tugas penting forwarding komunikasi dari komputer di jaringan ke Internet. Pada jaringan ad hoc, Anda harus menetapkan satu komputer untuk melayani peran ini. Komputer Anda harus memiliki koneksi kabel ke Internet, dan harus ditinggalkan di bila ingin dapat menggunakan komputer Anda yang lain.
Cara mengatur komputer pertama

Mengatur ad hoc jaringan nirkabel yang memungkinkan komputer untuk berbagi sebuah koneksi internet tanpa router

1. Jika perlu, pasang adapter jaringan nirkabel misal USB Wireless Tplink WN321 atau Tplink
WN322

2. Klik Mulai, kemudian klik Control Panel.
3. Pilih kategori di bawah, klik Network dan Internet Connections
4. Di bawah atau pilih icon Control Panel, klik Network Connections.
5. Klik-kanan koneksi jaringan nirkabel Anda, kemudian klik Properties.
6.Pada Wireless Network Connection Properties dialog box, klik tab Wireless Networks.
7. Pada tab Wireless Networks, di bawah jaringan yang dipilih, klik ADD.
8. Pada jaringan Wireless properti kotak dialog, pada tab Asosiasi, ketik nama jaringan wireless ad hoc di Jaringan nama (SSID) kotak (ditampilkan pada langkah 10). Misalnya, Anda dapat memberikan nama jaringan nirkabel Anda NETKOM.
9. Kosongkan Kunci disediakan untuk saya secara otomatis memeriksa dan memilih kotak ini adalah sebuah komputer-ke-komputer (ad hoc) network check box.
10. Buatlah password dengan 13-digit dalam kedua-kunci network. Untuk keamanan terbaik, gunakan kombinasi huruf, angka, dan tanda baca. Kemudian klik OK
11. Klik OK lagi untuk menyimpan perubahan

Cara mengatur tambahan komputer

Jika komputer Anda ingin menambahkan Anda ke jaringan tidak ada built-in dukungan jaringan nirkabel, pasang adapter jaringan nirkabelnya, misal PCI Wireless Adapter Tplink WN551G

Windows XP secara otomatis mendeteksi dan adapter baru akan memberitahu Anda bahwa ia menemukan jaringan nirkabel.

Sekarang komputer Anda terhubung ke jaringan nirkabel Anda

Catatan: Langkah-langkah ditas hanya berlaku jika Anda menggunakan Windows XP Service Pack 2 (SP2). Jika Anda belum terinstal SP2, kunjungi Microsoft Update untuk menginstalnya sebelum terhubung ke jaringan ad hoc.

1. Klik kanan ikon Jaringan Nirkabel di sudut kanan bawah layar Anda, kemudian klik View Available Wireless Networks.

Catatan:
Jika Anda menemui masalah, jangan takut untuk menanyakannya ke produsen merk adapter yang anda gunakan tersebut untuk membantu masalah anda.
2. Jendela The Wireless Network Connection akan muncul dan menampilkan jaringan nirkabel Anda terdaftar dengan SSID yang anda pilih. Jika Anda tidak melihat jaringan anda, klik Refresh Jaringan Daftar di sudut kiri atas. Klik jaringan Anda, kemudian klik Connect di sudut kanan bawah.
3. Windows XP akan meminta anda untuk memasukkan kunci password, kemudian klik Connect.

Windows XP akan menunjukkan signal strength yang terhubung ke jaringan anda. Setelah Anda terhubung, Anda dapat menutup jendela Wireless Network Connection.

Ulangi tiga langkah diatas pada setiap komputer yang akan terhubung ke jaringan nirkabel ad hoc.

Sekarang anda sudah siap untuk menelusuri dunia maya dan browsing ke www.netkom-wifi.com, dari komputer Anda ke jaringan rumah Anda. Rekomendasi jika anda menggunakan Router Nirkabel pastikan Linksys WRT54GL DD-WRT menjadi pilihan favorit anda karena dari kelengkapan fiturnya tidak terkalah oleh yang lainnya.

10 tips Memperluas Jangkauan dan Kekuatan Jaringan Wireless Anda



Microsoft ternyata amat peduli tentang masalah wireless atau nirkabel, pada situs resminya di www.microsot.com, Microsoft memberikan resep jitu tune up jaringan nirkabel, berikut tulisan Tony Northrup di situsnya perusahaannya Windows Vista ini;

Jika Windows pernah memberitahu anda tentang sinyal lemah, bisa jadi Anda mungkin akan kehilangan koneksi Anda sepenuhnya di beberapa bagian rumah Anda. Jika Anda ingin meningkatkan sinyal untuk jaringan nirkabel Anda, cobalah beberapa tips untuk memperluas jangkauan nirkabel Anda dan meningkatkan performa jaringan nirkabel Anda. Namun sebelumnya pastikan perangkat wireless access point anda harus bermutu dan berkualitas, misal yang kami rekomendasikan untuk anda adalah Senao Engenius ECB 3220, Edimax BR6204Wg, Zinwell ZW 2194, Bullet Ubiquity, dan produk Mikrotik.

1.Posisikan akses poin atau router nirkabel Anda di pusat lokasi.
Bila mungkin, menempatkan router nirkabel di lokasi pusat atau ditengah rumah Anda.

2. Memindahkan router jauh dari lantai dan jauh dari dinding dan juga benda-benda yang terbuat dari logam (seperti logam lemari dsb).
Metal, dinding, lantai dan akan mengganggu sinyal router nirkabel anda. Makin dekat gangguan ini dari akses poin atau wireless router ,semakin parah gangguan yang diterima, dan lebih lemah koneksinya.

3. Mengganti antena.
Antena yang disertakan dengan router nirkabel biasanya bertype Omni-directional, yang berarti mereka sinyal disiarkan ke semua penjuru sekitar router, namun mungkin ada beberapa area tidak dikehendaki pemancaran sinyalnya. dan mengganti antena ke hi-gain antena yang memfokuskan sinyal nirkabel hanya satu arah akan dapat mengarahkan sinyal di jurusan yang paling membutuhkannya.

4.Gantilah adapter jaringan nirkabel anda.
Sinyal jaringan nirkabel harus dikirim, baik dari dan ke komputer Anda. Terkadang, komputer Anda tidak dapat menerima dengan baik sinyal dari akses poin. Untuk memperbaiki ini, menggantikan laptop atau PC berbasis kartu jaringan nirkabel dengan USB wireless adapter yang menggunakan antena eksternal sangat membantu sekali, dengan pertimbangan Hi-Gain antenna milik USB Wireless adapter, secara signifikan dapat meningkatkan perluasan jangkauan.

5.Tambahkan repeater
Wireless repeaters memperluas jangkauan jaringan nirkabel Anda, tanpa anda harus menambahkan kabel. Tempatkan repeater nirkabel pada pertengahan antara jalur akses poin dan komputer Anda, dan Anda akan mendapatkan peningkatan sinyal nirkabel. Beberapa akses poin atau radio yang khusus didesain sebagai repeater adalah; Senao Engenius ECB/EOC 3220, Edimax 7206APg, dan Zinwel ZW2194.

6.Rubah Channelnya
Wireless routers dapat disiarkan di beberapa channel atau saluran, mirip dengan cara stasiun radio menggunakan berbagai saluran. Di Amerika Serikat dan Kanada, saluran ini adalah 1, 6, dan 11. Sama seperti Anda akan mendengar kadang-kadang gangguan pada salah satu stasiun radio sementara yang lain sangat jelas,cobalah mengganti channel akses poin Anda melalui halaman konfigurasi,mungkin saja anda mendapatkan peningkatan kekuatan sinyal, Anda tidak perlu mengubah konfigurasi komputer Anda, karena secara otomatis akan mendeteksi channel baru yang telah anda rubah.


7.Turunkan gangguan nirkabel.
Jika Anda memiliki "cordless" atau telepon nirkabel atau elektronik lainnya di rumah Anda, komputer Anda mungkin tidak dapat "mendengar" akses poin wireless anda karena kebisingan dari perangkat nirkabel lainnya seperti diatas. Agar "tenang",hindarilah elektronik nirkabel yang menggunakan frekuensi 2.4GHz. Sebaliknya, mencari cordless telepon yang menggunakan frekuensi 5.8GHz atau 900Mhz.

8.Update firmware atau driver wireless adapter anda.
Produsen perangkat wireless secara berkala melakukan perbaikan gratis untuk produk mereka. Terkadang, perbaikan ini bisa meningkatkan kinerjanya. Untuk mendapatkan update firmware atau driver terbaru kunjungilah situs Web mereka.

Demikian juga, Windows XP secara berkala juga melakukan update sebagai sopir. Pembaruan ini biasanya meningkatkan kinerja dan kehandalan. Untuk mendapatkan update, kunjungi Microsoft Update, kemudian di bawah klik Pilih Jenis Hardware wireless adapter anda, Menginstal update apapun yang berhubungan dengan jaringan nirkabel Anda.
Catatan Jika Anda pergi ke Microsoft Update, anda memiliki dua pilihan: Instal Express yang penting untuk keamanan dan Custom Install untuk prioritas tinggi dan pembaruan opsional. Anda dapat memperoleh driver update bila Anda menggunakan Custom.

9.Ambil peralatan dari satu vendor.
Sementara Linksys wireless router akan bekerja baik dengan USB Edimax wireless adapter, namun anda akan sering mendapatkan kinerja yang lebih baik jika Anda memilih router dan network adapter dari vendor yang sama.

10.Upgrade 802.11b untuk perangkat 802.11g.
802.11b adalah standart yang paling umum dari jenis jaringan nirkabel, tetapi 802.11g adalah sekitar lima kali lebih cepat. 802.11g adalah terbalik-kompatibel dengan 802.11b, sehingga Anda dapat tetap menggunakan 802.11b peralatan yang anda miliki. Jika Anda menggunakan 802.11b dan Anda tak puas dengan performanya, pertimbangkan untuk mengganti dengan akses poin standart 802.11gyang pasti akan kompatibel dengan peralatan 802.11g. Jika Anda membeli peralatan baru, pastikan untuk memilih 802.11g.

Jaringan nirkabel tidak pernah mencapai batas bandwidth teoritis. 802.11b biasanya mendapatkan ransfer rate antara 2-5Mbps. Sedang 802.11g biasanya di kisaran 13-23Mbps.

Engenius Senao EOC 2610



Setelah kehadiran Nano Station yang cukup fenomenal, maka pabrikan Engenius gak mau kalah, mereka melaunching produk yang hampir mirip, yakni Senao EOC 2610, bentuknya bisa dilihat di gambar atas. Bedanya dengan Nano Station2 adalah powernya dari EOC ini lebih gede hingga 600 mw atau 28 dBm, bandingkan dengan Nano Station2 yang "hanya: 400mw atau 26dBm.
Fasilitas atau fitur-fitur yang lain hampir sama dengan Nano station.

Keunikan dari produk ini adalah kita bisa men-set-nya sesuai wilayah Region/Country, setting seperti ini jarang dimiliki oleh produk sejenis, ada lagi yang unik seperti setting "Spanning Tree Setting" yang berguna untuk mencari jalur terpendek dari sebuah lintasan, sehingga dengan kata lain hal ini digunakan untuk mencari solusi untuk membuat jaringan agar tidak memakan banyak jalur. Kemudian Operation mode dari radio buatan Taiwan meliputi; Access Point, Client Bridge dan Client Router.

Pada":Wireless Advanced Settings", kita juga menemukan berbagai fitur sepertil Data Rate yang berguna untuk menentukan besaran kecepatan trasfer rate data, hingga 108Mbps, bandingkan dengan Nano Station yang hanya 54Mbps, kemudian Transmit Power, dimana default dari Access Point ini hanya 20dBm, kondisi ini bisa dimaksimalkan hingga 28dBm (600mw) dimana besar powernya semakin jauh jangkauannya, lalu kesamaan dengan Nano Station, pada bagian ini kita juga bisa men-set perangkat ini untuk disesuaikan dengan jarak tempuhnya, mulai dari
1 Km hingga 30 Km.

Sementara untuk Securitynya sama dengan perangkat Wifi lainnya, EOC 2610 juga sudah support dengan WEP, WPA, WPA-PSK, dan WPA2-PSK. Jika berfungsi sebagai AP, maka kita juga bisa membatasi perangkat client yang terhubung berdasar MAC Address, yakni pada fitur "Wireless MAC Filter".
Secara fisik EOC 2610 sudah dilengkapi dengan antena panel sebesar 10dBi, jadi kita gak perlu nambahin antena lagi, karena antena yang sudah ada sekarang cukup besar powernya, cukup kalau untuk jarak antara 0-9 Km, kalau ingin menambah range jangkauannya anda bisa menambahkan antena Outdoor seperti Omni, Grid, Yagi dll, karena radio ini sudah dilengkapi dengan konektor SMA, jadi kita membelikan pigtail SMA Female untuk koneksi ke antena tambahan. Beda dengan Nano Station perubahan penggunaan antena tambahan bisa diatur dengan suatu tombol switching yang berdampingan dengan tombol reset, jadi performa radio ini dengan antena tambahan lebih meyakinkan dibanding dengan Nano Station. Kerennya EOC 2610 dilengkapi dengan chipset berkualitas yakni
Atheros AR2316 Single chip, Memory 32MB SDRAM, dan Flash 8 MB, setidaknya dengan persenjataan ini diharapkan Radio ini memiliki performance prospektif, tinggal waktu yang akan membuktikan. Namun pengalaman pendek juga membuktikan seorang user kami di Porong, Sidoarjo, menggunakannya diinstall berdampingan dengan Omni Finetic, mampu mencapai jangkauan 5 Km pada kondisi power hanya di-Set 25dBm atau hanya separuhnya belum maximal ke 28dBm, dengan Client menggunakan Edimax 7206APg dan Antena Grid Korea 25dBi.
Lampu indikator Link Quality juga menambah daya tarik perangkat Engenius ini, dengan indikasi : Warna Hijau menunjukkan kualitas link yang bagus, Kuning menunjukkan Sedang, dan Merah menunjukkan kualitas koneksi yang kurang baik. Keistimewaan berikutnya adalah Adaptornya memiliki daya yang cukup besar yakni 24Volt, ini menunjukkan keseriusan pihak Engenius untuk menjadikannya sebagai perangkat Outdoor.
Adapun saran kami mengingat besarnya gain power yang dimiliki hingga 600mw, maka gunakanlah secara bijaksana, seperlunya saja, jangan menggunakannya secara maximal kecuali jika kondisi mendesak, perhatikanlah lingkungan sekitar anda yang pasti akan terganggu jika anda menggunakannya dengan tidak bijak.
Sayangnya EOC 2610 ini tidak dilengkapi dengan fitur WDS atau repeater, tapi bisa dimaklumi juga dengan harga cukup murah kita bisa mendapatkan radio ber-power gede.

BILLING HOTSPOT MIKROTIK




Mikrotik dikenal sebagai system router dengan berbagai fasilitas istimewa, salah satunya adalah Billing Hotspot atau biasa dikenal dengan Captive Portal, disini kami akan bahas secara singkat setting Hotspot dengan dengan Mikrotik Router, dengan command line interface :
Misal IP Publik anda dari Modem Speedy adalah 192.168.1.1 dan IP lokal 192.168.2.0/24
=> ether1 ke Modem
=> ether2 ke Jaringan Lokal
#Setting IP
[netkom@Mikrotik]>ip address add address=192.168.1.0/24 interface=ether1
[netkom@Mikrotik]>ip address add address=192.168.2.0/24 interface=ether2
#Setting Gateway (menuju ISP)
[netkom@Mikrotik]>ip route add gateway=192.168.1.1
#setting DNS
[netkom@Mikrotik]>ip dns set primary-dns=202.131.1.10 allow-remote-requests=yes
[netkom@Mikrotik]>ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-requests=yes
#NAT (untuk forward lokal ke public)
[netkom@Mikrotik]>ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
# Setting DHCP
[netkom@Mikrotik]>ip dhcp-server network add address=192.168.2.0/24 gateway=192.168.2.1 dns-server=202.134.1.10,202.134.0.155
#Sebarkan DHCP
[netkom@Mikrotik]>ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.2.2-192.168.2.254
#Tambahkan DHCP server
[netkom@Mikrotik]>ip dhcp-server add name=netkomania disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
#Lalu mulai setting Hotspot
[netkom@Mikrotik] > ip hotspot setup
hotspot interface: ether2
local address of network: 192.168.2.1/24
masquerade network: yes
address pool of network: 192.168.2.2-192.168.1.254
select certificate: none
ip address of smtp server: 192.168.2.1 (misal)
dns servers: 202.134.1.10,202.134.155

Konfigurasi diatas juga bisa dijalankan dengan mudah melalui Winbox, dengan Winbox lebih mudah dan cepat, kemudian anda juga bisa membuat berbagai account user disertai dengan limitasinya jika memang diperlukan, Sedang untuk PC Routernya anda bisa menggunakan PC/Computer atau bisa juga hardware yang sengaja dibuat khusus untuk keperluan router, misal menggunakan routerboard, misal RB 450 dari produksi Mikrotik sendiri, selamat mencoba !

handphone WIFI Nokia E51




Sudah lama kami berkeinginan untuk mencoba ber- WIFI dengan perangkat seluler, pada waktunya kami berkesempatan meminjam Smartphone Nokia E51 yang punya fasilitas Wifi atau Wlan, saatnya nih untuk ngetest. Pada awalnya kami coba untuk berinternet dengan berselancar browsing ke berbagai situs web dengan mudah dan lancar, meski kondisi akses poin (Edimax BR6204Wg dan Omni Finetic 15dBi) yang kami akses di luar bangunan, namun didalam gedung kami bisa mendapatkan SSID nya dengan mudah, kekuatan sinyal yang didapat bisa mencapai 60%, surfing ke berbagai situs juga cukup cepat, hanya memakan waktu beberapa detik saja.
Kemudian kami coba untuk kondisi outdoor dengan jarak cukup jauh, pada jarak 153 meter (hasil pengukuran GPS) dari Hotspot, SSID "NETKOM" masih terlihat jelas dari GSM Nokia E51 ini dengan kekuatan sinyal antara 37% s/d 40%, cukup kuat juga, kami coba browsing ke berbagai web, lancar, hanya memakan waktu beberapa detik, bisa diakses segera. Namun sayangnya kita gak bisa melakukan setting IP Address secara manual, jadinya kita hanya bergantung pada DHCP Server dalam pengalamatan TCP/IP nya. Tapi saya rasa fasilitas seperti itu gak perlu ada kan ini hanya ponsel, bukan PDA. Kesimpulannya Ponsel ini memiliki kemampuan Wifi yang cukup bagus gak kalah dengan Wifi adapternya Notebook, dia punya high receiver sensivity yang cukup bagus, cocok untuk dimiliki businessman yang sering mendatangi Hotspot publik, disamping fitur Wifinya tersebut, juga ponsel ini tergolong Smartphone, kita bisa membaca dan mengedit file-file dokumen (support file dengan extension doc, rtf, xls, ppt), membaca file pdf, sekaligus berchatting ria dengan Yahoo Messenger, adapun spesifikasi rincinya sebagai berikut :

Network system HSDPA / GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
Size 114.8 x 46 x 12 mm, 61 cc
Weight 100 g

Display
- TFT, 16M colors
- 240 x 320 pixels, 2 inches
- Five-way scroll key
- Downloadable themes

Battery type Standard battery, Li-Ion 1070 mAh ( BP-6MT)
Stand-by Up to 310 h
Talk time Up to 4 h 20 min
Ringtones Polyphonic (64 channels), MP3
Option
Number in phone Practically unlimited entries and fields, Photocall
Call records Detailed, max 30 days

Memory
- microSD (TransFlash), hotswap, buy memory
- 130 MB user data memory

GPRS Class 32
Messaging SMS, MMS, Email, Instant Messaging
Infrared port Yes
Games Yes + downloadable

Features
- Camera 2 MP, 1600x1200 pixels, video
- Bluetoorh v2.0 with A2DP
- 3G HSDPA, 3.6 Mbps
- EDGE Class 32
- WLAN Wi-Fi 802.11g, VoIP over WLAN
- OS Symbian OS 9.2, Series 60 v3.1 UI
- Browser WAP 2.0/xHTML, HTML

Push to talk
- Java MIDP 2.0
- MP3/AAC/video player
- FM radio
- Document viewer
- T9
- Voice command/memo
- PIM including calendar, to-do list
- Integrated handsfree

Wireless Tool di Ubuntu 8.04.1 Muslim Edition




Bulan Puasa Ramadlon ini aku tertarik untuk mencoba install Ubuntu 8.04.1 Muslim Edition dari CD Bonus majalah PCLinux bulan September 2008. Tanpa kendala berarti Ubuntu Muslim Edtion ini berhasil terinstall di komputerku, tampilannya menawan dan "Islami", banyak software Islami include di dalamnya termasuk pengajian Al-Qur'an yang membuat hati ini semakin sejuk di bulan suci ini.

Namun sayangnya tool wireless di Ubuntu ini tidak berjalan dengan sempurna, ketika aku coba pake USB wireless adapternya Edimax 7318Ug yang berchipsetkan Ralink, tool software Ubuntu gak berhasil men-scan AP di sekelilingku, kucoba install KWifi Manager yang berbasis KDE di Ubuntu yang berbasis GNOME ini juga gak berhasil, lalu alternatif lain aku pake command line, kubuka Terminal, login ke user root, berikutnya lihat di bawah ini :
# iwconfig
perintah ini untuk melihat wireless adapter yang aku miliki dikenali apa di Ubuntu, ternyata dikenali sebagai " wlan0 ", kemudian kucoba scan AP disekitarku, dengan perintah :
# iwlist wlan0 scan
Cell 01 - Address: 00:1E:E5:69:A8:C5
ESSID:"NETKOM"
Mode:Master
Channel:1
Frequency:2.412 GHz (Channel 1)
Quality=48/100 Signal level=-68 dBm
Encryption key:off
Bit Rates:1 Mb/s; 2 Mb/s; 5.5 Mb/s; 11 Mb/s
Extra:tsf=0000000044c331c8
Cell 02 - Address: 00:1F:1F:04:E1:F3
ESSID:"default"
Mode:Master
Channel:11
Frequency:2.462 GHz (Channel 11)
Quality=58/100 Signal level=-12 dBm
Encryption key:off
Bit Rates:1 Mb/s; 2 Mb/s; 5.5 Mb/s; 11 Mb/s; 6 Mb/s
9 Mb/s; 12 Mb/s; 18 Mb/s; 24 Mb/s; 36 Mb/s
48 Mb/s; 54 Mb/s
Extra:tsf=000000011fad44d0

Hasilnya muncul 2 SSID NETKOM dan default, sekalian menampilkan report kekuatan sinyal atau Signal Level dan Link Quality nya.
Kemudian kucoba konekkan dengan SSID "default" dengan perntah :
#iwconfig wlan0 essid default
Lalu ipaddress nya kusesuaikan :
# ifconfig wlan0 192.168.2.2 netmask 255.255.255.0
hasilnya dengan test ping
# ping 192.168.2.1
ping 192.168.2.1
PING 192.168.2.1 (192.168.2.1) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.2.1: icmp_seq=1 ttl=244 time=69.9 ms
64 bytes from 192.168.2.1: icmp_seq=2 ttl=244 time=70.3 ms
64 bytes from 192.168.2.1: icmp_seq=3 ttl=244 time=51.4 ms
64 bytes from 192.168.2.1: icmp_seq=4 ttl=244 time=81.4 ms
64 bytes from 192.168.2.1: icmp_seq=5 ttl=244 time=51.8 ms
64 bytes from 192.168.2.1: icmp_seq=6 ttl=244 time=78.1 ms
--- 192.168.2.1 ping statistics ---
6 packets transmitted, 6 received, 0% packet loss, time 5003ms
rtt min/avg/max/mdev = 51.442/67.199/81.482/11.727 ms

Lumayan bagus nih..........
Namun khusus untuk Ubuntu yang GNOME ini anda juga bisa menginstall alikasi Wifi Radar untuk wireless managernya.

Mengatasi Linksys DDWRT Gagal Flashing



Adakalanya ketika kita mengupgrade Linksys ke DDWRT mengalami kegagalan, dimana indikasinya terlihat dari lampu LED Power berkedip-kedip, bisa di-ping tapi kita tidak bisa mengakses ke web konfigurasinya, jika Linksys tersebut masih dalam masa garansi, acapkali vendor tidak berani menerima klaim garansi tersebut. Menghadapi situasi seperti ini, coba kita melakukan tindakan P3K untuk Linksys tersebut, tindakan ini biasa disebut "Reset Hardware" langkah-langkahnya sebagai berikut :
- Biarkan Linksys dalam posisi power masih "ON", lalu copot dari koneksi kabel UTP atau STP-nya
- Tekan tombol reset selama 30 detik
- Tanpa melepas tombol reset, copot kabel powernya
- Tetap tekan tombol reset selama 30 detik lagi
- Masukkan lagi kabel powernya
- Tetap tekan tombol reset selama 30 detik lagi
- Lepaskan tombol reset, biarkan Linksys selama 10 detik
- Lepaskan kabel power selama 10 detik, lalu masukkan lagi kabel powernya
- Insya Allah Linksys anda kembali normal dan kembali ke setting defaultnya/

Apakah Hotspot Wifi Gratis Bisa Ditembak dari Rumah kita?



Apakah Hotspot Gratis Bisa Ditembak dari Rumah kita?

Pertanyaan ini seringkali dilontarkan ke penulis, semenjak frekuensi 2.4Ghz dibebaskan penggunaannya oleh pemerintah, pertumbuhan jaringan wifi dan hotspot meningkat drastis, taman-taman hiburan, restoran, cafe, dan kantor tak luput memeriahkan suasana ber-hotspot ria. Kita bisa mengakses internet gratis dari tempat-tempat yang ada hotspotnya. Fenomena ini membuat ngiler sebagian masyarakat untuk mendapatkan kesempatan berinternet ria, bahkan merekapun ingin menikmati internet gratis dari rumah dengan dengan menembak sinyal wifi hotspot tersebut dari kediaman mereka, he he he bisa nggak ya............
Pada umumnya pembuatan hotspot cukup dengan menggunakan alat yang disebut akses poin, dimana pada akses poin tersebut sudah dilengkapi dengan antena internal yang berkekuatan sekitar 3-5db,(contoh akses poin ada pada gambar disamping) pemasangan akses poin dengan antena internal tersebut jangkauannya amat terbatas, sekitar puluhan atau bahkan ratusan meter persegi, diatas itu, sinyalnya sulit ditangkap, apalagi kalau diatas jarak 500 meter atau lebih dari tempat akses poin tersebut berada, konsepnya seperti kalau anda penggemar salah satu radio FM favorit anda di Surabaya, kemudian ketika anda bepergian ke Semarang, apakah anda bisa mendengar siaran radio kesayangan anda tersebut, meski dengan radio yang paling mahal di Semarang?? Konsep hotspot di tempat-tempat publik seperti itu memang didesain untuk kalangan pengguna lokal bukan untuk kalangan di luar tempat hotspot itu berada. Tapi kalau akses poin di tempat hotspot itu menggunakan antena luar/outdoor yang berkekuatan diatas 10 db atau lebih, maka ada kemungkinan dia bisa diakses dari jarak yang jauh, meski di luar tempat hotspot itu berada. Sebaiknya anda melakukan survey terlebih dahulu ke tempat hotspot itu untuk mengetahui type atau merk akses poin yang digunakan dan type antena yang menempel di akses poin tersebut, juga anda sebaiknya punya pengetahuan yang cukup tentang wifi beserta spesifikasi peralatan wifi, tanpa adanya pengetahuan itu sulit bagi anda untuk "menembaknya", meski memang sebagian hotspot sengaja dibuat untuk "terbuka", tidak ada pengamannya, jadi anda bisa untuk mengaksesnya, "JIKA" anda memang berada pada jangkauan sinyal wifi-nya

Mengamankan Hotspot Anda




Era Wifi telah dimulai, bertambah semarak lagi perkembangan wifi di Indonesia sejak dibebaskannya frekuensi 2.4Ghz penggunaannya oleh pemerintah , so berbagai jaringan wifi/ hotspot mulai bertebaran di kota-kota besar di tanah air kita, namun perkembangan ini ditandai harap-harap cemas oleh para pemilik hotspot, takut kebobolan nih !!, pertanyaannya adalah bagaimana mengamankan atau meminimalkan resiko
keamanan dari hotspot kita, nih bung wifi, mau kasih saran :

1. Aktifkan penggunaan enkripsi WEP dan WPA anda, gunanya adalah agar tidak sembarang orang bisa
masuk, dengan sistem ini setiap komputer punya kewenangan berbicara dengan sesama anggota worgroupnya, diluar anggota "dilarang masuk" , WEP dan WPA juga mampu
mengamankan dari tindak "menyadap" lalu lintas data pada jaringan wifi anda , jadi data -data seperti username, paaword, rekening bank, surat cinta dll, Insya Allah bisa selamat, sebaiknya aktifkan WEP pada tingkat security yang maksimum misal 128 bit, dan gantilah passwordnya secara berkala, misal 3-4 hari sekali.
2. Sembunyikan Service Set Id (SSID) pada Akses Poin anda, karena dengan SSID diset Open, maka mudah ditemukan oleh orang lain yang melakukan scanning jaringan wifi, bisa jadi orang tersebut punya niat buruk untuk nyerobot masuk ke jaringan hotspot anda, nah lu!!!

3. Daftarkan MAC address komputer/laptop client anda, pada fitur MAC Address Filtering di akses poin anda, agar kompi lain yang ingin mengakses hotspot anda bisa terhalang, harus ijin dulu donk pada yang punya..............

4. Lakukan scanning pada kelas jaringan anda, siapa tahu, ada ip address lain yang asing yang sedang mengakses atau bercokol di network anda, karena itu gunakan ip address statis, jangan dinamis, lebih baik pula gunakan ip address yang berbeda antara akses poin dan dan jaringan lokal/gateway anda.

5. Yang terakhir, seringlah membaca di internet pada situs-situs yang membahas security, siapa tahu ada bug pada driver akses poin anda, seperti yang baru-barupf ini terjadi pada driver wifi notebook merk Apple yang memungkin bisa di attack secara remote, bila perlu update lah firmware device wifi anda, tapi hati-hati update firmware bisa menimbulkan resiko kerusakan perangkat wifi anda, carilah informasi sebelumnya.

Mengenal Tool Netstumbler



Tip wifi kali ini mempersembahkan tool atau software freeware Netstumbler yang amat populer di kalangan aktivis wireless, tool ini berjalan di lingkungan Windows, dengan tool ini kita bisa mendeteksi sinyal jaringan wifi yang lagi aktif, dengan mengetahui sinyal-sinyal yang aktif saat ini, kita bisa memantau besarnya interferensi di lingkungan kita berada, Netstumbler ini juga bisa menangkap sinyal wifi yang lebih jauh dari yang bisa ditangkap oleh software monitoring bawaan device wifi standard.
Umumnya tool ini dipergunakan untuk keperluan hacking, pengujian konfigurasi jaringan, survey besarnya interferensi, menemukan tempat yang sepi dari jaringan wifi, dan memposisikan ketepatan arah antena(pointing).
Sayangnya netstumbler ini bisa disalah gunakan oleh orang untuk menemukan jaringan wifi yang rentan securitynya, lalu dia bisa menggunakan sedikit upaya untuk membobolnya, jadi bisa internetan gratis nih. Oleh karena itu pergunakan langkah security yang maksimal pada akses point anda, bila akses poin anda security WEP dan WPA nya aktif, maka Netstumbler akan memunculkan gambar gembok pada sinyal wifi yang WEP atau WPA nya aktif, so jangan coba-coba meremehkan perkara.

Disamping itu Netstumbler bisa melakukan monitoring channel-channel yang dipergunakan, kekuatan sinyal wifi, menampilkan SSID yang terdeteksi. Netstumbler juga bisa disandingkan dengan perangkat GPS, alhasil kita bisa memetakan jaringan wifi yang berada pada satu tempat, ini biasanya dilakukan sambil berjalan, juga melaporkan MAC Address akses poin plus frekuensi operasinya, mencatat level noise, serta perbandingannya dengan level kekuatan sinyal.
So tip wifi kali ini memberi saran kepada anda untuk men-disable broadcast SSID anda agar jaringan wifi anda tersembunyi, tidak bisa terdeteksi lagi oleh Netstumbler atau tool lainnya yang sejenis (meskipun demikian ada beberapa tool yang mampu memonitor SSID yang sudah ter-hidden/tersembunyi), tool buatan Marius Milner ini bisa didownload gratis di www.netstumbler.com.

TIP MENGHIDARI INTERFERENSI



Tip wifi kali ini menyajikan, interferensi atau Noise yang merupakan pengganggu yang terberat dalam dunia wifi. Noise atau interferensi adalah sesama sinyal gelombang radio juga yang beroperasi pada frekuensi, interval dan area yang sama, akibatnya device client akan mengalami error saat menerjemahkan kode informasi yang sama, ibaratnya saat kita ngobrol dengan teman kita di tempat sepi dibandingkan ngobrol di warung kopi yang ramai gelak tawa.

Interferensi bisa menurunkan kinerja akses poin dalam memancarkan dan menerima sinyal, akses poin akan kehilangan gain, beberapa db bisa hilang, akibatnya terjadi error pada bit-bit informasi yang sedang dikirim, dan client penerima menemukan error tersebut sehingga menyebabkan delay atau penundaan pengiriman meski juga akan dikirim lagi data-data yang error, so karena itu mestinya kita harus melakukan penghematan gain yang kita miliki. Interferensi bisa juga berupa sinyal bluetooth, telepon tanpa kabel(Cordless), Microwave, bahkan perangkat motor elektrik pun menghasilkan noise, juga alam pun menghasilkan noise juga seperti hujan lebat, pepohonan, dan matahari(dalam skala yang kecil).

Jadi perhitungkan secara cermat jika anda melakukan instalasi wifi, baik indoor maupun outdoor, hindari atau kalau bisa hilangkan benda-benda yang menghasilkan interferensi besar, ingat kita harus melakukan penghematan gain yang kita punya, anda juga harus memperhitungkan channel yang akan dipakai sebaiknya pakai channel yang belum digunakan, tapi apabila channel sudah terpakai semua, anda bisa merubah polarisasi antena(mengubah kedudukan antena). Jika ternyata masalah interferensi tidak terelakkan lagi, maka sebaiknya anda mempertimbangkan menggunakan device wifi yang berbeda pita frekuensinya.

Tip Wifi Outdoor Pra Instalasi




Kami Suguhkan Tip Wifi outdoor yang efektif agar titik-titik yang dihubungkan bisa terjalin koneksi dengan baik, ada 3 faktor yang mempengaruhi keberhasilan koneksi :
1. Akses Poin yang berkualitas
2. Antena yang memadai
3. Interferensi/noise/hambatan yang minimal
Sebelum anda melakukan instalasi wifi, pastikan anda melakukan survey terlebih dahulu, antara lain yang perlu diamati :
1. Jarak antara titik-titik yang mau dihubungkan, tepatnya berapa Kilometer(jarak udara), semakin jauh jarak maka output power dari akses poin harus semakin besar, demikian juga antena harus bertambah besar gainnya(nilai db nya)
2. Pastikan diantara titik yang mau dihubungkan ada atau tidaknya penghalang, misal gedung, menara, pohon dll. Kalau ada penghalang, amati berapa meter ketinggiannya. Hal ini untuk menentukan berapa ketinggian dari tower yang akan kita bangun nantinya, karena antara kedua titik atau lebih, jangan ada penghalang, pada prinsipnya kedua antena harus saling melihat, jika ada penghalang, jelas tidak bisa terjalin koneksi.
3. Amati antara titik yang mau dihubungkan ada interferensi gelombang wifi yang lain atau tidak, jika ada anda harus mencatat channel berapa saja yang digunakan dan yang belum digunakan, ini untuk menentukan channel yang akan anda gunakan nantinya, anda bisa menggunakan software scanning netstumbler under Windows atau Wifi Radar dan Airsnort yang under Linux, juga anda bisa mengamati kekuatan signal dari jaringan-jaringan wifi yang ada, hal ini berguna untuk memastikan kapasitas dari antena dan akses poin yang dibutuhkan nantinya, semakin padat interferensi, semakin tinggi pula gain dari antena dan akses poin yang harus digunakan.

What is Wifi?



According to wikipedia: Wi-Fi was originally a brand licensed by the Wi-Fi Alliance to describe the embedded technology of wireless local area networks (WLAN) based on the IEEE 802.11 standard. As of 2007, common use of the term Wi-Fi has broadened to describe the generic wireless interface of mobile computing devices, such as laptops in LANs. The term Wi-Fi was chosen as a play on the term "Hi-Fi", and is often incorrectly mistaken to be an abbreviation for wireless fidelity. Wi-Fi and the Wi-Fi CERTIFIED logo are registered trademarks of the Wi-Fi Alliance, the trade organization that tests and certifies equipment compliance with the 802.11x standards.
If you've been in an coffee shop, restaurant, campus or hotel, mostly you've right in the middle of a wireless network. Many of us use wireless networking, also called WiFi or 802.11 networking, to connect our computers at home, and now an increasing number of cities use the technology to provide free or cheap Internet access to residents. In the near day, wireless networking may become so widespread that we can access the Internet just about anywhere at any time, without using wires, so wonderful life.
A wireless network uses radio waves, just like handphone, tv and radios do. In fact, communication across a wireless network is a lot like two-way radio communication. Here's what happens:

  1. A computer's wireless adapter translates data into a radio signal and transmits it using an antenna indoor or outdoor.
  2. A wireless router receives the signal and decodes it. It sends the information to the Internet using a physical, wired Ethernet connection.
The process also works in reverse, with the router receiving data from the Internet, translating it into a radio signal and sending it to the computers via wireless adapter.

The radios used for WiFi communication are same to the radios used for walkie-talkies, handphones and other devices. They can transmit and receive radio waves, and they can convert 1s and 0s into radio waves and convert the radio waves back into 1s and 0s. But WiFi radios have a few notable differences from other radios:

  • They transmit at frequencies of 2.4 GHz or 5GHz. This frequency is considerably higher than the frequencies used for cell phones, walkie-talkies and televisions. The higher frequency allows the signal to carry more data.
  • They use 802.11 networking standards, which come in several flavors:
    • 802.11b was the first version to reach the marketplace. It's the slowest and least expensive standard, and it's becoming less common as faster standards become less expensive. 802.11b transmits in the 2.4 GHz frequency band of the radio spectrum. It can handle up to 11 megabits of data per second, and it uses complimentary code keying (CCK) coding.
    • 802.11g standard also transmits at 2.4 GHz, but it's a lot faster than 802.11b -- it can handle up to 54 megabits of data per second. 802.11g is faster because it uses orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM), a more efficient coding technique.
    • 802.11a transmits at 5GHz and can move up to 54 megabits of data per second. It also and uses OFDM coding. Newer standards, like 802.11n, can be even faster than 802.11g. However, the 802.11n standard isn't yet final.
  • WiFi radios can transmit on any of three frequency bands. Or, they can "frequency hop" rapidly between the different bands. Frequency hopping helps reduce interference and lets multiple devices use the same wireless connection simultaneously.

Any products tested and approved as "Wi-Fi Certified" (a registered trademark) by the Wi-Fi Alliance are certified as interoperable with each other, even if they are from different manufacturers. A user with a "Wi-Fi Certified" product can use any brand of access point with any other brand of client hardware that also is certified. Typically, however, any Wi-Fi product using the same radio frequency (for example, 2.4GHz for 802.11b or 11g, 5GHz for 802.11a) will work with any other, even if not "Wi-Fi Certified."

As long as they all have wireless adapters, several devices can use one router to connect to the Internet. This connection is convenient and virtually invisible, and it's fairly reliable. If the router fails or if too many people try to use high-bandwidth applications at the same time, however, users can experience interference or lose their connections.



f you want to start a wireless network in your home, office, or any public area, the first thing you'll have to do is make sure your computer has the right wireless device. Most new laptops and many new desktop computers come with built-in wireless transmitters. If your laptop doesn't, you can buy a wireless adapter that plugs into the PC card slot or USB port. Desktop computers can use USB adapters, or you can buy an adapter that plugs into the PCI slot inside the computer's case. Many of these adapters can use more than one 802.11 standard.



Once you've installed your wireless adapter and the drivers that allow it to operate, your computer should be able to automatically discover existing networks. This means that when you turn your computer on in a WiFi hotspot, the computer will inform you that the network exists and ask whether you want to connect to it. If you have an older computer, you may need to use a software program to detect and connect to a wireless network.

Connecting to internet via wifi is so convenient for us. so Wireless home networking are convenient as well. They allow us to easily connect many computers and to move them from place to place without disconnecting and reconnecting wires, and we can play computers in many position we like it.
 

#######